JAKARTA, Kompas.com - Pasangan unggulan pertama Bona Septano/Mohammad Ahsan meraih gelar juara pada turnamen Philippine Grand Prix Gold setelah mengalahkan pasangan Indonesia lainnya Alvent Yulianto/Hendra Aprida Gunawan.
Pada final yang digelar, Minggu, pasangan tersebut bangkit dari kehilangan game pertama untuk memenangi pertandingan 10-21, 21-14, 21-17. "Game pertama kami agak tegang, jadi mainnya seperti itu," ujar Ahsan yang dihubungi usai pertandingan. Pada game pertama mereka hanya mampu mengumpulkan 10 poin saat disudahi mantan pemain pelatnas Alvent/Hendra.
Ahsan yang absen di Singapura Super Series dan tampil kurang maksimal di Indonesia Super Series karena cedera pinggang mengaku sudah tidak terganggu oleh cederanya itu.
Sementara itu ganda putri unggulan pertama Shendy Puspa Irawati/Meiliana Jauhari gagal meraih mahkota juara setelah dihentikan ganda veteran China Gao Ling/Wei Yili dengan kekalahan 11-21, 11-21.
China memborong empat gelar dalam turnamen berhadiah total 120.000 dolar AS itu. Selain memenangi nomor ganda putri, China juga menjuarai ganda campuran, serta tunggal putra dan putri.
Pasangan Zhang Nan/Lu Lu merebut gelar ganda campuran dengan memenangi duel dengan sesama pasangan China Chen Zhiben/Zhang Jinkang 22-20, 21-19.
Unggulan ketujuh Chen Long menundukkan unggulan delapan Hu Yun dari Hong Kong 21-13, 21-6 untuk menjuarai tunggal putra, sedangkan Wang Xin menjuarai tunggal putri dengan menyisihkan unggulan pertama Zhou Mi dari Hong Kong 21-10, 12-21, 23-21.
Jakarta, Kompas -
Pasangan nomor dua di pelatnas Cipayung itu bermain gugup hingga kehilangan game pertama. Baru di dua game berikutnya mereka bermain lebih baik, ditambah lagi banyaknya kesalahan yang dibuat Hendra/Alvent di game ketiga.
”Pada game pertama kami agak tegang, jadi mainnya seperti itu,” ujar Ahsan. Ahsan, yang absen di Singapura Super Series dan tampil kurang maksimal di Indonesia Super Series karena cedera pinggang, mengatakan, cederanya tak lagi mengganggu.
Indonesia gagal membawa pulang dua gelar karena ganda putri Shendy Puspa Irawati/Meiliana Jauhari kalah di partai penentuan. Unggulan utama ini menyerah kepada pasangan kawakan China, Gao Ling/Wei Yili, dengan angka 11-21, 11-21.
Ketua Subbidang Pelatnas PB PBSI Christian Hadinata mengatakan, kegagalan Shendy/Meiliana tidak terlalu mengejutkan karena lawan yang mereka hadapi jauh lebih berpengalaman. Pasangan China itu pula yang menyingkirkan ganda pelatnas lain, Greysia Polii/Nitya Krishinda Maheswari, di babak kedua.
”Meski tak lagi bergabung dengan tim nasional China, Gao Ling tetaplah salah satu pemain terbaik dunia di ganda putri dan campuran,” ujar Christian.
Selain sumbangan gelar dari Gao Ling/Wei Yili, China memborong tiga nomor tersisa dalam turnamen berhadiah total 120.000 dollar AS itu. Ganda campuran Zhang Nan/Lu Lu mengalahkan rekan senegara mereka, Chen Zhiben/Zhang Jinkang, 22-20, 21-19, untuk mengawali pesta tim China.
Di tunggal putra, unggulan ketujuh Chen Long menundukkan unggulan kedelapan Hu Yun (Hongkong), 21-13, 21-6. Sementara Wang Xin menjawab kepercayaan pelatih Zhang Ning yang kembali menariknya ke tim nasional dengan mengalahkan unggulan pertama Zhou Mi (Hongkong) 21-10, 12-21, 23-21.
Hasil satu gelar dari Filipina terbuka, ditambah satu finalis di ganda putri dan semifinal yang diraih ganda campuran M Rijal/Debby Susanto, dinilai Christian, merupakan langkah maju dari proses regenerasi pemain yang sedang berlangsung.
”Setidaknya ini menunjukkan proses regenerasi kita berada di jalur yang benar. Kesenjangan prestasi pemain muda dengan senior mereka yang mulai melewati masa keemasannya cukup jauh. Jadi, perlu waktu untuk memperpendek ketinggalan,” ujar Christian.
Sementara itu, sebanyak 20 pemain yang disiapkan mewakili Indonesia ke Kejuaraan Bulu Tangkis Asia Yunior di Kuala Lumpur, Malaysia, 12-19 Juli, mulai Senin ini berlatih di pelatnas Cipayung. Di antara mereka, ada 13 pemain pelatnas pratama yang selama ini berlatih di Akademi Militer Magelang.
Liputan DetikSport.com
Bona/Ahsan Juara, Shendy/Meiliana Runner up
Dalam partai final kejuaraan Bingo Bonanza Philippine Grand Prix Gold 2009 yang berlangsung Minggu (5/7/2009) sore WIB, Ahsan/Bona menghadapi sesama ganda Indonesia, Alvent Yulianto/Hendra Aprida Gunawan.
Di set pertama, Alvent/Hendra AG menang 21-10. Memasuki set kedua Ahsan/Bona membalas dengan skor 21-14. Ahsan/Bona yang merupakan unggulan pertama kejuaraan ini, menutup set penentu dengan kemenangan 21-17.
Sementara itu di nomor putri, pasangan Shendy Puspa Irawati/Meiliana Jauhari gagal memebendung pasangan China Ling Gao/Yili Wei. Ditempatkan sebagai unggulan pertama turnamen, Shandy/Meiliana menyerah dua set langsung 11-21, 11-21 lewat laga yang berlangsung sekitar setengah jam.
Selain di nomor ganda putri, pebulutangkis China juga menjadi juara di tunggal putri, tunggal putra, dan ganda campuran. Juara tunggal putri menjadi milik Xin Wang, tunggal putra diraih Long Chen, sementara ganda campuran direbut Nan Zhang/Lu Lu. ( nar / nar )






















0 comments:
Poskan Komentar